
Foto: Jokowi-JK bertemu Megawati. ©2014 Berita Terkini
Reporter: Benny Wijaya
Berita Terkini - Presiden Indonesia kelima Megawati Soekarnoputri kerap kali berkomunikasi dengan Presiden Joko Widodo. Yang teranyar, salah satu komunikasinya dengan Jokowi yakni terkait kebijakan presiden menolak pemberian grasi terpidana mati narkoba.
"Saya bicara dengan presiden masalah mereka yang terhukum mati akibat narkoba, saya bilang jangan diberikan grasi karena ini hak hukum Indonesia,"katanya di Perayaan Hari Perempuan Internasional di TIM, Jakarta, Minggu (8/3).
Alasan Mega memberi saran seperti itu ke Jokowi tak lain karena dampak narkoba yang mengancam keluarga di Indonesia.
"Banyak keluarga yang hancur karena narkotika dan HIV, anak dibuang terkena narkotik dibuang enggak mau tahu lagi," tambahnya.
Oleh karena itu, di hari perempuan internasional ini pun dia menyarankan agar para perempuan aktif sosialisasi mencegah penyebaran HIV AIDS dan narkoba dalam keluarganya.
"Gimana generasi kita kalau ibunya diam, pencegahan narkotika sangat diperlukan. HIV/AIDS belum ada obatnya maka harus dilakukan sosialisasi," tutup Ketua Umum PDIP ini.
Sepuluh terpidana mati, termasuk dua warga Australia yang tergabung dalam Bali Nine, saat ini sedang menunggu pelaksanaan eksekusi dalam waktu dekat. Sembilan dari sepuluh terpidana mati itu sudah berada di Nusakambangan.